Ya. Judul kali ini adalah tentang kajaiban. Kenapa keajaiban?
Karena hari ini ada sebuah keajaiban.
Cerittanya bermula saat aku bangun tidur. Hari ini adalah
ari yang lumayan berat. Berat dalam artian mental ruhani. Sumpek dan bingung. Itu
yang terasa. Serasa dunia sudah menyempit. Banyak masalah yang menyatu. Apa sebabnya?
Sebenarnya aku tahu apa yang menjadi penyebab. Tapi selama
ini aku mengesampingkan itu. Aku mengabaikan itu. Padahal itu adalah hal
prnting. Ini harus jadi titik balik.
Kesumpekan tiba pada puncaknya tepat jam dua siang. Aku merasa
jatuh dan lemah. Namun di dalam kamar aku melihat sebuah majalah yang baru aku
beli. Itu adalah majalah Mafahim. Majalah buatan para alumnus Abuya Assayyid
muhammad bin alwy almaliki.
Artikel yang paling berkesan adalah tentang cara menghadapi
krisisi keuangan. Artikel itu menceritakan tentang nabi Musa AS yang tengah
tertimpa kerumitan. Namun beliau berdoa kepada Allah SWT, maka rejeki pun
datang.
Pada tengah tengah membaca majalah aku mendengar suara
adzan. Saat itu juga aku berangkat sholat berjamaah ke musholla. Rasanya seperti
nostalgia. Sudah lama sekali aku tidak cepat tanggap mendengar adzan langsung
mencari jamaah. Sudah 2 tahun yang lalu.
Wallahu a’lam ternyata setelah sholat ashar aku mendapat
kabar kalau Beasiswaku cair. Langsung seperti kilat sebagian besar bebanku
terangkat.
Aku merasa hina. Karena bergantung pada uang dunia. Padahal aku
sudah tahu kalau dengan pasrah pada Allah SWT semua urusan jadi lancar. Aku harus
mulai memperbaiki diri mulai dari sekarang. Aku harus istiqomah.
SEMANGAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar