Powered By Blogger

Kamis, 16 Februari 2017

Aku Capek

Malam senin menyendiri dengan tugas-tugas kuliah adalah kebiasaan yang sudah lama aku lakukan. Entah kenapa setiap malam yang seperti ini aku tidak memilih untuk segra tidur. Aku malah disibukkan dengan tugas-tugas yang menumpuk. Tugas-tugas yang seharusnya bisa aku kerjakan di hari sabtu dan minggu. Entah kenapa, apa yang aku lakukan selama dua hari libur itu. Waktu terasa diskip dengan tiba-tiba sudah malam senin. Aku sadar kalu besok adalah hari senin. Hari yang padat.

Setelah tugas untuk besok aku selesaikan aku teringat dengan kisah hidupku. Hidup yang selalu aku anggap biasa biasa saja. Duduk termenung didepan laptop dengan ditemani secangkir kopi pahit tanpa gula, menambah kepahitan dan hambarnya kehidupan yang aku jalani.

Belakangan ini aku mulai membaca beberapa buku filsafat yang membingungkan. Aku tidak tahu harus mempelajarinya dari mana. Tidak jelas mana awal dan mana akhir. Tidak jelas dari sebelah kiri atau kanan aku harus membuka buku buku. Aku hanya terus mambaca dengan acak.
Kehidupan cintaku yang rumit menambah pahitnya kisah. Tidak jelas sebenarnya siapa kah yang benar-benar aku sukai. Atau dengan cara bagaimana aku bisa mencintai. Semua serba membingungkan. Namun kehausan akan cinta tidak bisa ditahan lagi. Tapi aku belum siap.

Krisis moneter menyerangku semenjak tiga bulan lalu belum saja usai. Failid membengkak bagai luka nanah yang terus menjalar. Entah apa obatnya. Pikiran tidak bisa tenang akan berfikir makan apa aku besok. Ketenangan jiwa lah yang sekarang aku butuhkan. Ketentraman hati lah yang aku rindukan.


Kepada siapa aku harus ceritakan keluhanku ini semua. Kepada siapakah aku luapkan isi hatiku ini. Siapa yang bisa aku percaya dan aku pasrahkan. Siapakah yang bisa aku sandarkan kepalaku yang kian hari semakin berat. Semakin mau lepas dari badan. Aku capek, aku ingin istirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar